Seni Tutur
Berdasarkan
kamus besar bahasa Indonesia seni tutur adalah seni bercerita menggunakan lisan,
biasanya cerita tradisional seperti hikayat, legenda dan sebagainya.
Dari bentuknya
seni tutur memiliki fungsi berbagai macam,
diantaranya :
- Penyampaian informasi. Informasi tersebut dapat berupa isu maupun apa yang sedang terjadi dahulu maupun sekarang
- Media dakwah. Seni tutur juga merupakan salah satu media yang dapat menyampaikan dakwah atau syiar tentang agama
- Hiburan. Melalui bentuk penyajiannya yang menarik, segala bentuk sajak ataupun syair di sampaikan dapat menjadi tontonan dan daya tarik sendiri bagi pendengarnya
- Menjadi salah
satu tradisi yang menjaga keberadaan budaya dengan mencirikan bahasanya. Salah satunya
budaya seumapa yang ada di aceh ketika menyambut mempelai pengantin saat pesta
perkawinan, serta banyak lainnya
Seni tutur merupakan
tradisi tertua yang ada di muka bumi sekaligus tradisi yang menjaga keberadaan
budaya dengan mencirikan bahasanya. Bentuk seni tutur disajikan dengan bahasa
yang tertata dan irama yang lahir
berdasarkan kearifan yang hidup di tempat tersebut. Dahulu seni tutur juga
menjadi salah satu media penyampaian informasi yang efektif.
Saat ini
seni tutur hanya menjadi salah satu bidang seni yang hanya di apresiasi
berdasarkan nilai histori dan keprihatinan, dikarenakan peran serta eksistensinya
semakin berkurang. Hal tersebut memiliki alasan tersendiri dikarenakan
perkembangan media informasi sekarang ini terus semakin luas dan mudah di akses.
Oleh karena itu beberapa fungsi dari seni tutur itu sendiri tidaklah lagi ada.
Di aceh
saat ini masih ada beberapa seniman yang terus memperjuangkan seni tutur diantaranya
Syeh Medya Hus, Apa kaoy, Muda Balia, Agus PMTOH, dan beberapa seniman lainnya.
Adapun bentuk seni tutur yang masih dimainkan di aceh saat ini diantaranya hikayat, seumapa, cae, hadih maja, meurukon,
hiem.
No comments:
Post a Comment