advertize

17 August 2017

Fenomena Tari Massal



Fenomena Tari Massal/Kolosal


 Baru-baru ini nusantara dibuat takjub dengan penyelenggaraan tari saman yang dilakukan secara massal, melibatkat 12.262 orang. Terbayang oleh kita adanya lautan manusia yang terjadi pada saat itu. Tak hanya aceh, daerah lain di indonesia juga pernah menyelenggarakan tari massal atau kolosal.
Fenomena atau tren pergelaran tari massal atau kolosal saat ini sudah menjadi pemandangan yang sering di lihat. Karena setiap momen-momen besar terutama yang sifatnya nasional maupun kedaerahan baik yang di selenggarakan oleh pemerintah maupun swasta biasanya selalu dibuka dan di tutup dengan tarian massal atau kolosal.
Melihat fenomena tersebut pertanyaan-pertanyaan yang muncul seperti apa sebenarnya motifasi pihak penyelenggara untuk menyelenggarakan tari massal atau kolosal itu. Mengingat untuk mewujudkan hajatan tersebut penyelenggara membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta persiapan yang jauh lebih lama.
Motifasi dari tari massal atau kolosal tersebut  antara lain
1.      Untuk mengangkat identitas kedaerahan. Antara lain tari massal saman yang di selenggarakan pada tahun sebanyak 5.057 peserta 2014 dan 2017 sebanyak 12.262 peserta di Aceh, tarian massal tradisional katente saremba tembe di NTB sebanyak 26.000 peserta.
2.      Mengejar pencapaian atau pengakuan tertentu. Seperti untuk sebuah rekor, menunjukkan keseriusan penyelenggaraan yang sedang dilakukan.
3.      Melestarikan budaya.
4.       Mendorong daya tarik masyarakat untuk hadir dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Serta banyak motifasi lainnya, namun jelasnya tren atau fenomena tari massal atau kolosal ini hendaknya menjadi media atau sarana dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai
1.      Cinta akan budaya.
2.      Totalitas dan profesionalitas penyelenggaraan sebuah event.
3.      Semangat dan keseriusan kita dalam mengenalkan budaya di dunia internasional.

No comments:

Post a Comment

Comments System