Fenomena Tari Massal/Kolosal
Baru-baru
ini nusantara dibuat takjub dengan penyelenggaraan tari saman yang dilakukan
secara massal, melibatkat 12.262 orang. Terbayang oleh kita adanya lautan
manusia yang terjadi pada saat itu. Tak hanya aceh, daerah lain di indonesia
juga pernah menyelenggarakan tari massal atau kolosal.
Fenomena
atau tren pergelaran tari massal atau kolosal saat ini sudah menjadi
pemandangan yang sering di lihat. Karena setiap momen-momen besar terutama yang
sifatnya nasional maupun kedaerahan baik yang di selenggarakan oleh pemerintah
maupun swasta biasanya selalu dibuka dan di tutup dengan tarian massal atau
kolosal.
Melihat
fenomena tersebut pertanyaan-pertanyaan yang muncul seperti apa sebenarnya
motifasi pihak penyelenggara untuk menyelenggarakan tari massal atau kolosal
itu. Mengingat untuk mewujudkan hajatan tersebut penyelenggara membutuhkan
biaya yang tidak sedikit serta persiapan yang jauh lebih lama.
Motifasi
dari tari massal atau kolosal tersebut
antara lain
1.
Untuk mengangkat identitas
kedaerahan. Antara lain tari massal saman yang di selenggarakan pada tahun sebanyak
5.057 peserta 2014 dan 2017 sebanyak 12.262 peserta di Aceh, tarian massal
tradisional katente saremba tembe di NTB sebanyak 26.000 peserta.
2.
Mengejar pencapaian atau
pengakuan tertentu. Seperti untuk sebuah rekor, menunjukkan keseriusan
penyelenggaraan yang sedang dilakukan.
3.
Melestarikan budaya.
4.
Mendorong daya tarik masyarakat untuk hadir
dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Serta
banyak motifasi lainnya, namun jelasnya tren atau fenomena tari massal atau
kolosal ini hendaknya menjadi media atau sarana dalam rangka menumbuhkan
nilai-nilai
1.
Cinta akan budaya.
2.
Totalitas dan profesionalitas penyelenggaraan
sebuah event.
3.
Semangat dan keseriusan kita
dalam mengenalkan budaya di dunia internasional.

No comments:
Post a Comment